TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, June 23, 2010

(dari pikiran-rakyat.com)

Berbagai jenis kesenian tradisional asli Sunda khususnya seni Sunda buhun nyaris punah akibat banyak ditinggalkan masyarakatnya sendiri. Sebagai seni yang menjadi kekayaan budaya lokal, seni Sunda buhun terus kehilangan penerusnya akibat para pelaku seninya kurang mendapat tempat dan dihargai publik, serta terdesak seni pop modern yang dianggap lebih menarik.

Guru Besar Bahasa dan Sastra Universitas Pendidikan Indonesia, Prof. Dr. Yus Rusyana mengatakan, kondisi tradisional Sunda buhun saat ini secara berangsur mulai menghilang. “Dewasa ini generasi muda lebih menyenangi seni yang datangnya dari luar dibandingkan kesenian asli milik bangsa sendiri,” ujarnya, dalam acara Rembuk Tokoh Sunda, Menggali Akar Budaya Sunda Buhun, Senin (14/3) di Aula Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Barat, Jalan R.E. Martadinata 209 Bandung.

Acara itu dihadiri sejumlah tokoh seni dan budayawan Sunda, seperti Prof. Saini KM, Prof. Dr. Karna Yudibrata, Dra. Hj. Popong Otje Djunjunan, Nano S., Euis Suhaenah M. Hum, dan Pengurus PB Pusat Pasundan Daum.

Kang Yus –demikian Yus Rusyana akrab disapa– menegaskan bahwa saat ini seni budaya Sunda terus mengalami pergeseran. Bahkan seni Sunda buhun yang merupakan seni leluhur sudah sulit ditemui. Padahal, seni budaya Sunda buhun dikenal sangat kaya nilai. Mulai dari hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan mausia lain, hingga hubungan manusia dengan alamnya.

Untuk itu, Yus sangat mendukung berbagai upaya pelestarian seni budaya Sunda. “Jika tidak diantisipasi dengan langkah-langkah pelestarian, kekayaan tradisi tersebut akan tinggal menjadi sejarah,” ujarnya.

Sementara Dra. Hj. Popong Otje Djundjunan mengatakan, untuk membangkitkan gairah para pelaku seni budaya Sunda buhun perlu diberikan semacam rangsangan. “Selama ini penghargaan terhadap pelaku seni sangat jarang, padahal para seniman tidak meminta imbalan berupa materi terhadap upayanya melestarikan seni turun temurun. Mereka hanya ingin ada semacam pengakuan dari pemerintah,” ujarnya.

Seni budaya Sunda buhun semakin ditinggalkan masyarakat karena dinilai monoton sehingga tidak memiliki daya jual yang menarik. Kondisi itu diperparah oleh tidak adanya dukungan publik dan modal dari pemerintah sehingga jarang bisa ditampilkan lagi di tengah masyarakat.

Untuk melestarikan seni budaya sunda buhun yang terus menghilang, Ny. Popong mengusulkan agar diselenggarakan kegiatan semacam ekshibisi atau tontonan secara resmi. Seni yang digelar tidak hanya berupa seni ibing (gerak–red.) tetapi juga seni tabeuh (pukul), maupun seni sora (suara).

Selain itu untuk menentukan bahwa seni tersebut merupakan seni Sunda buhun perlu ditetapkan kriteria. “Untuk menentukannya saat ini sangat sulit karena seni Sunda sudah banyak mengadopsi seni dari luar,” ujarnya.

Hal senada dikatakan seniman, budayawan dan guru seni di STSI Bandung, Nano S.. Ia mengatakan, seniman Sunda buhun dewasa ini sangat tidak dihargai lagi, tidak saja oleh masyarakatnya sendiri tetapi juga oleh pemerintah. “Kalau memang masih mendapat tempat, bila sedang pentas pasti akan ditonton. Pemerintah daerah pun sering menganggap para seniman itu menjadi beban,” ujarnya.

Dikatakan Nano, dalam beberapa tahun kebelakang seni budaya Sunda buhun dapat dipastikan akan menjadi barang kuno bila tidak segera dilestarikan dan dikembangkan kembali. “Untuk itu kiranya dalam memahami seni budaya Sunda buhun tidak dikaitkan dengan akidah atau agama yang selama ini sering menjadi pagar antara boleh dan tidak,” ujar Nano. (A-87)***

Secret Setting Sound Dari Eet Syahrani

18 06 2010

Eet Syahranie Untuk Setting sound eet mengaku banyak menggunakan kiat-kiat dari Gitaris ex DOKKEN (George Lynch/Lynch Mob) serta tidak ketinggalan sang maestro Eddie Van Halen, nah berikut adalah rahasianya sang gitaris yang gak bisa di anggap remeh untuk mencapai kepuasan dalam menciptakan gemuruh sound yang dashyat, lo mo coba.., ikutin aja tips-tips dari sang gitaris EDANE ini smoga aja dapat menambah ilmu buat lo smua.

PICK
Hal yang tidak boleh diabaikan oleh eet adalah penggunaan PICK. Untuk pilihan string yang berdimensi 0.09 eet menggunakan pick jenis heavy ( tebal dan keras ) sedangkan untuk senar 0.10 atau 0.11 ia akan menggunakan pick extra heavy ( super tebal dan super keras ) dan ia selalu menggunakan pick melalui ujung lancipnya karena suara yang dihasilkan akan terasa chunky, sedangkan bila menggunakan pick melalui sisi tumpul suaranya akan terasalebih tebal dan lembut. Selain itu kata eet pick tumpul lebih susah untuk speed tinggi. Tapi menurut dia juga semuanya tergantung kebiasaan buktinya Yngwie bisa pakai pick tumpul untuk speed tinggi.

TUNING
Kebanyakan gitar Eet sejak album pertama ( The Beast ) tuningnya diturunkan setengah nada dari nada Standar ( E menjadi Eb) bahkann pada album BORNEO, Eet menurunkan tuning gitarnya 1 nada ( E menjadi D ) dengan tuning seperti ini sound yang dihasilkan tentunya agak lebih ‘berat’ dan lebih metalik. Apalagi untuk ritem dan lead Eet selalu menggunakan pick-up “bridge” ( pick-up yang terdekat dengan bridge). Menurutnya sound yang dihasilkan lebih powerful dan berisi, dan eet saat ini menggunakan “Seymour Duncan- Screaming Demons” untuk pilihan pick-up bridgenya. Gitar yang sering dipakai untuk rekaman adalah Ibanez RG-750 dan untuk panggung Fender stratocaster Richie sambora series.
Tremolo RG-750 aslinya adalah “Low Pro Edge Tremolo” yang efek suaranya cenderung halus, karena itu eet mengganti tremolo aslinya dengan tremolo dari “Floyd Rose” yang menurutnya punya efek lebih garang tapi fungsi “Up” dari tremolo tersebut dimatikan dengan cara mengganjal dengan kayu dibawah pelat tremolonya karena fungsi up dari gitar tersebut lebih banyak dilakukan dengan jarinya (bending technique).

STRING
Tadinya eet biasa menggunakan string ukuran”0.09″ tetapi dengan tuning setengah nada sampai satu nada maka tensi atau ketegangan stringnya jadi terasa lembek, maka saat ini eet lebih suka menggunakan senar ukuran “0.11″. String ini yang juga dipakai oleh eddie van halen, kalau itu yang menjadi inspirasi eet tentunya eet akan menggunakan string dengan merek yang sama dengan string eddie van halen yaitu Ernie Ball String.