TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Wednesday, August 25, 2010

Biografi BB King

bb

Sejarah dan Latar Belakang
Lahir sebagai Riley B. King di Mississippi, 16 September 1925. (‘BB’ dipakai pada tahun 1950-an sebagai singkatan dari ‘Blues Boy’). Terpengaruh oleh pemain blues klasik Blind Lemon Jefferson dan T-Bone Walker, dan jazzer Charlie Christian dan Django Reinhardt. Setelah beberapa tahun malang melintang di Memphis, ia diminta bermain pada acara radio KWEM milik Sonny Boy Williamson. Kalau dilihat dari gaya referensial- gertakan sejati, hit pertamanya adalah sebuah lagu klasik dari Lowell Fusion berjudul ‘Three O’clock Blues’ yang dimainkan versi BB. Lagu tersebut mencapai puncak tangga R&B saat itu. Mulai saat itu ia terus membuat rekaman sebagai musisi solo, plus kolaborasi klasik pada tingkat yang sudah bisa diprediksikan – Buddy Guy, Albert Collins, John Lee Hooker, Eric Clapton, dan lain – lain. Nyaris bisa dipastikan bertanggung jawab atas penemuan teknik vinbrato blues/rock. Kemungkinan adalah pemain elektrik blues yang paling berpengaruh sepanjang masa.

Gaya Permainan
Orang ini bermain dengan lembut. Sangat lembut. Keseluruhan gaya lead-nya menggunakan bending dan vibrato dan jarang ia memainkan rhythm – dia pernah berkata kepada Edge dari U2 “Saya kurang mahir memainkan akord”. Bisa manggung dari awal sampai akhir memainkan gitar yang sama sekali tidak disetem, dengan menggunakan bending yang super akurat untuk membuat tiap dawai mencapai tingkat nada yang benar – benar pas.

Teknik yang Bisa Dicuri
Mainkan sebuah lick tiga nada seakan – akan itu adalah nada terakhir yang akan kamu mainkan. BB selalu berkata ‘katakan lebih banyak dengan sedikit bahan.’ Tetaplah bermain dalam bentuk minor pentatonic yang aman, tapi mainkan secara perlahan, dengan sengaja, dan secara akurat. Jangan bermain di bawah fret kesepuluh. Teruslah berkutat di atas fret 12. Jangan lupa kenyitkan dahi dengan kombinasi luapan kesukacitaan dan kepiluan ketika kamu melakukan bending pada nada – nada tinggi.

Peralatan
Sejak 1958, dia menggunakan Gibson ES335 yang akhirnya sinonim identik dengan dirinya. Dia selalu menamakan gitarnya ‘Lucille’ seperti nama seorang wanita yang tanpa sadar menjadi penyebab sebuah perkelahian di bar pada tahun 1949.

Album penggertak
BB berada di puncaknya ketika dia sedang manggung, jadi album ive apa pun akan bermanfaat. Singing blues is King ’67 dan Live at the Regal ’65.

Momen Terbaik
Bisa diperdebatkan, tapi kalau kamu mengankat hit tahun 1969-nya ‘The Thrill is Gone’ kamu akan baik – baik saja. BB dianggap sebagai ‘raksasa’ di antara para gitaris, namun kamu akan jarang menemukan orang yang bisa menyebutkan lebih dari tiga track lagu yang pernah direkamnya.

Opini Instant
Dia tidak secepat Stevie Ray, tapi ia bisa membuat Lucille menyanyikan apa yang ada dihatinya

Jimi Hendrix Biography

Nama Asli : James Marshall Hendrix
Tgl Lahir : Seattle, 27 November 1942
Genre : Blues & Rock
Group : Jimi Hendrix Experience, Band of Gipsy, The Velvetones
Influence : Bob Dylan, B.B. King, Muddy Waters, Howlin' Wolf, Buddy Holly, dan Robert Johnson
Gitar : Fender Stratocaster
Efek : Vox Clyde McCoy wah, Roger Mayer Octavia, Dallas Arbiter Fuzz Face

Terlahir dengan nama Johnny Allen Hendrix yang kemudian diganti menjadi James Marshall Hendrix oleh ayahnya, James "Al" Hendrix. Jimi semasa kecilnya sering berpura-pura menjadi gitaris setelah menyaksikan penampilan B. B. King. Ia menggunakan ukulele sebagai gitarnya. Melihat ketertarikan Jimi pada gitar, kemudian ayahnya membelikan dia sebuah gitar second hand seharga 5 dollar pada saat ia berusia 16 tahun. Ia pun bergabung dengan grup band pertamanya, The Velvetones yang hanya bertahan selama 3 bulan. Pada musim panas berikutnya ayahnya membelikan gitar elektrik Supro Ozark 1560 S. Kemudian ia bergabung dengan band The Rocking Kings.

Tahun 1961 ia meninggalkan Inggris untuk hijrah ke Amerika Serikat. Ia menjadi salah satu prajurit United States Army. Namun sebuah cedera yang ia dapatkan saat terjun payung memaksanya batal untuk menjadi prajurit. Ia pun mulai menjadi gitaris cabutan dengan nama Jimmy James. Disini ia bertemu Little Richards dan kemudian membentuk bandnya yang bernama Jimmy James and The Blue Flames. Awal tahun 1965, Jimi bermain dalam sebuah acara kecil di kawasan Greenwich Village. Dalam sebuah jam session kecil dengan bassis grup Animal, Chas Candler. Chandler sangat terperana melihat permainan Jimi. Hingga setahun kemudian ia mengajak Jimi untuk kembali ke London dan membentuk band mereka dengan memasukkan drummer Mitch Mitchel. Chas Candler sendiri lebih memilih menjadi manager dan posisi bassis diisi oleh Noel Redding. Band tersebut diberi nama Jimi Hendrix Experience dan mulai menjadi pembicaraan di London sepanjang tahun 1966.

Single pertamanya, Hey Joe berhasil masuk kedalam Top UK Charts selama 10 minggu. Melihat antusiasme yang bagus, Jimi cs segera merelease album Are You Experienced?. Dengan memuat nomor-nomor seperti Purple Haze, The Wind Cries Mary, Foxey Lady, Fire, dan Are You Experienced? di masa mendatang, album ini merupakan album rock terpopuler sepanjang masa. Selain itu, album tersebut menjadi sangat fenomenal dan meroketkan nama Jimi Hendrix. Setiap penampilannya selalu ditonton ratusan bahkan ribuan orang.

Sukses album pertama membuatnya segera merampungkan album berikutnya, Axis: Bold As Love pada tahun 1968. Di album ini ia berusaha keras mengeksplorasi permainan gitarnya. Ia kemudian kembali ke Amerika untuk membangun studionya yang bernama Electric Lady Studio yang berlokasi di kota New York.

Bulan Agustus 1969, Jimi Hendrix tampil dalam salah satu event musik terbesar di Amerika, Woodstock. Kali ini ia tidak membawa nama Experience, tetapi bersama Gypsy Sun & Rainbows yang juga menampilkan Mitch Mitchell, Billy Cox, Juma Sultan, dan Jerry Velez. Namanya semakin berkibar sebagai gitaris nomor satu dunia. Semua penonton yang menyaksikan permainan gitarnya begitu terpukau. Ia menampilkan aksi solo gitar yang dirangkai dengan aksi panggung yang liar seperti memetik senar gitar dengan menggunakan gigi, membakar gitar, memainkan feedback, distorsi, dan aksi merusak gitar lainnya. Setelah itu ia membentuk grup baru yang bernama Band of Gipsy dan melepas album Hendrix: Live At The Fillmore East in 1999. Setahun berikutnya ia kembali membentuk Jimi Hendrix Experience dan merampungkan album yang berjudul First Rays Of The New Rising Sun. Namun sebuah tragedi menyebabkan ia tak bisa merasakan hasil jerih payahnya dalam album tersebut. 18 September 1970 ia ditemukan tewas. Di sampingnya ditemukan sejumlah pil tidur. Polisi mengatakan ia tewas akibat overdosis. Penampilan terakhirnya sebelum tewas yaitu bersama band asal Amerika yang bernama War di Ronnie Scott's club, London.

Semua orang tidak akan menolak apabila dikatakan bahwa ia adalah pelopor dan inspirator terbesar dalam permainan gitar yang berkembang di abad ke-20. Karya-karyanya selalu menjadi referensi para gitaris-gitaris baik yang masih pemula maupun yang sudah master sekalipun. Ia yang mempopulerkan trik-trik bermain gitar elektrik seperti Feedback dan distorsi yang akhirnya dipakai oleh semua gitaris yang menggunakan gitar elektrik dimasa depan. Sudah tak terhitung banyaknya gitaris yang menjadikannya sebagai influence musik terbesar mereka. Nama-nama seperti Brian May, Yngwie Malmsteen, Ritchie Blackmore, Steve Lukather, Eric Clapton, Slash, Joe Satriani, Paul Gilbert, dan Steve Vai hanyalah sedikit dari gitaris-gitaris yang terinfluence permainannya. Bukan hanya permainan gitarnya saja yang banyak dicontek, tetapi lagu-lau karyanya seperti Little Wing, Voodo Child, dan Red House menjadi lagu-lagu yang paling sering dibawakan baik dalam bentuk penampilan Live maupun rekaman. Dalam setiap voting atau polling di majalah-majalah, ia selalu terpilih sebagai The Greatest Guitarist All Time.